GANJAR PRANOWO AJAK BURUH BAHAS UMP BERSAMA
Gubernur
Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak perwakilan pengusaha dan buruh untuk
berdiskusi terkait dengan penetapan upah minimum provinsi (UMP) dan upah
minimum kabupaten/kota (UMK) 2023.
Diskusi
untuk menerima masukan dari berbagai pihak berlangsung di Rumah Dinas Gubernur
Jateng, Semarang, Kamis (10/11), dihadiri perwakilan LKS Tripartit dan Dewan
Pengupahan Jateng dari unsur pakar, pekerja, serta pengusaha. Selama kurang lebih
satu jam, Ganjar menerima dan mendengarkan masukan, baik dari buruh maupun
pengusaha yang keduanya masih mempunyai pandangan masing-masing terkait dasar
penetapan upah minimum.
“Minimal
secara konseptual saya usulkan, UMP naik sekian di pusat dan diberikan catatan
ini bisa diberlakukan kepada perusahaan dalam hal perusahaan yang seperti ini
maka wajib mengikuti,” kata Ganjar seperti dilansir dari Antara.
Dia mengaku
lebih setuju dengan kebijakan upah sektoral sehingga penetapan upah bisa
disesuaikan pada kondisi per industri.
Ruang
diskusi itu, lanjut dia, masih akan dibuka untuk menampung masukan dan formula
baru terkait penetapan upah agar bisa disampaikan ke pemerintah pusat sebagai
pertimbangan.
“Saya
titipkan untuk diskusi lagi untuk mendekatkan formula-formula yang ada sehingga
kondisi ini menjadi catatan sosiologis di Jawa Tengah yang merepresentasikan
keputusan untuk diusulkan ke pusat,” ujar Ganjar.
Ketua Apindo
Jateng Frans Kongi yang hadir dalam forum tersebut mengapresiasi Gubernur
Jateng Ganjar Pranowo yang terus membuka ruang diskusi.
“oh iya
positif, bagus, jadi meeting of mind juga. Kami harapkan supaya nanti ada satu
kesamaan,” tutur Frans Kongi.
Dia menyebut
para pengusaha memilih Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 sebagai dasar
penetapan upah, tetapi perusahaan di Jawa Tengah komitmen ada kenaikan upah.
Sementara
itu, perwakilan buruh dari KSPSI Wahyu Rahadi senang bisa menyampaikan pendapat
dari perwakilan Solo Raya langsung ke Gubernur Ganjar Pranowo.
“Kami merasa
diuwongke. Semuanya pasti bisa dibicarakan dan penting bagi kami untuk kemudian
menyampaikan juga apa yang ada di lapangan,” ujar Wahyu.
Dia berharap
Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jateng bisa melihat lebih arif, khususnya
terkait kondisi tenaga kerja di Jateng, terlepas dari posisi sebagai gubernur
yang merupakan pelaksana undang-undang.
“Saya kira
ini menjadi sangat penting ya. Saya juga mendukung kalau kemudian Pak Ganjar
mau menghidupkan kembali upah sektoral karena diskusinya nanti lebih asyik,”
papar Wahyu.


0 comments:
Posting Komentar