GANJAR PRANOWO DUKUNG PENGEMBANGAN INTEGRASI
TERNAK DOMBA DAN KOPI DI DIENG
Gubernur
Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung mengoptimalkan program The Development of
Integrated Farming System in Upland Area (Upland) untuk mengembangkan integrasi
ternak domba dan tanaman kopi.
Optimalisasi
lahan di dataran tinggi Dieng untuk pengembangan kopi dan domba Batur di
dataran tinggi Dieng. Pertanian dan peternakan dapat dieksplorasi lebih jauh
sehingga menjadi magnet wisata.
"Kalau
masyarakat tetap di sini dan jadi tuan rumah, bisa memproduksi kopi dan
mengembangkan ternak dibantu pemerintah, itu bisa dijadikan satu paket
agrowisata," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Senin (19/12/2022).
Ganjar
menilai, petani juga mendapat pendampingan dari sejumlah perguruan tinggi
sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang bagus.
Plt Kepala
Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara, Herrina
Indri Hastuti mengatakan, Upland merupakan program untuk mendukung ketahanan
pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Dia
menegaskan bahwa Upland difokuskan untuk pengembangan ternak kambing dan domba
serta komoditas kopi di Banjarnegara.
"Khusus
di wilayah Dataran Tinggi Dieng meliputi Kecamatan Batur, Pejawaran dan
Pagentan untuk kopi dan ternak kambing dan domba," kata Herrina.
Menurutnya,
pengembangan domba Batur dan penanaman kopi di wilayah Dieng sangat tepat.
Tanaman kopi menjadi salah satu upaya konservasi lahan untuk menekan erosi.
Sementara itu, budi daya domba Batur diharapkan dapat meningkatkan populasi
plasma nutfah asli Banjarnegara.
Menurutnya,
domba Batur merupakan rumpun domba lokal yang mempunyai keseragaman fisik dan
komposisi genetik, serta kemampuan adaptasi yang baik.
Upaya
peningkatan populasi dilakukan melalui inseminasi buatan, sehingga kualitas
genetik akan terjaga.
Pada 2022
ini, terdapat 33 kelompok peternak yang mendapatkan bantuan domba dari program
Upland. Sedangkan pada 2021, populasi domba Batur yang tersebar di kelompok
tani di Kecamatan Batur, Pejawaran dan Wanayasa sebanyak 9.200 ekor.
"Inseminasi
buatan ini diharapkan populasi domba Batur terus bertambah, selain mutu dan
kualitas genetiknya juga terjaga," katanya.


0 comments:
Posting Komentar