PERTAMA DI INDONESIA, GANJAR LUNCURKAN 29 DESA
ANTIKORUPSI
Gubernur
Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah membentuk 29 Desa Antikorupsi tersebar di 29
kabupaten/kota. Upaya itu mendapat apresiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) RI, sekaligus menjadi provinsi percontohan.
Politikus
berambut putih itu dinilai sebagai kepala daerah yang punya respon cepat dalam
mengimplementasikan program KPK. Bahkan, Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang
meraih predikat terbaik Desa Antikorupsi tingkat nasional.
Komitmen
Ganjar pun kemudian terus berlanjut. Saat ini, ada 29 Desa Antikorupsi di Jawa
Tengah. Yakni Sijenggung, Maos Lor, Sudagaran, Tegalsambi, Kemiri Barat,
Sumberejo, Sidorejo, Semayu, Tangkil, Ngunut, Banyuurip, Jatilor, Pandansari,
Logede, Ngampel Wetan, Jeblog, dan Cemani.
Kemudian
Jepang, Karangrejo, Kutoharjo, Paninggaran, Bojongnangka, Karangbawang,
Karanggedang, Sraten, Sendang, Rembul, Banyubiru dan Tanurejo.
Desa-desa
tersebut berkomitmen turut serta dalam pemberantasan korupsi. Di antaranya
menerapkan sistem transparansi anggaran, kemudahan pelayanan pada masyarakat,
serta penyesuaian digitalisasi.
"Saya
terima kasih kades-kades sekarang juga menyambut dengan baik. Sebanyak 29 yang
sudah kita kick off, sudah kita nilai beberapa," kata Ganjar pada acara
Kick Off Desa Antikorupsi di Lapangan Desa Sijenggung, Kecamatan Banjarmangu,
Kabupaten Banjarnegara, Jateng, Kamis (15/12/2022)
Kata Ganjar,
upaya yang dilakukan sebagai bentuk inisiasi lebih dini, guna mendukung program
Desa Antikorupsi KPK di tahun 2023 mendatang.
"Sebenarnya,
kita mencoba menginisiasi lebih dini itu saja. Jadi, ketika KPK menyiapkan Desa
Antikorupsi di tahun 2023 dan KPK kemarin sudah menstimulus adanya 10 Desa
Antikorupsi dan kebetulan Banyubiru yang terbaik, maka buat saya momentumnya
jangan hilang. Maka kita siapkan 29 desa," jelasnya.
Maka, ke
depan Desa Antikorupsi yang telah dibentuk bisa menjadi percontohan bagi desa
yang lain.
"Kita
kick off di Banjarnegara dengan satu harapan kalau tahun depan KPK menggelar
percontohan di seluruh Indonesia kita sudah punya contoh yang real. Dan, nanti
tahun depan sudah ada contoh yang lebih kongkrit sehingga 7809 desa kita dorong
untuk melakukan dengan kesadaran sendiri," tegasnya.
Respons
Cepat
Sementara
itu, Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana menyebut
bahwa Ganjar Pranowo punya respon cepat terhadap program Desa Antikorupsi.
"Saya
mengapresiasi karena 'lho program tahun 2023' ternyata 2022 sudah mulai, ya
bagus. Ini menjadi trigger bagi pimpinan daerah yang lain juga," kata
Wawan.
Diakuinya,
semua Gubernur menyampaikan keinginannya dalam mendukung program tersebut.
Namun, Ganjar salah satunya yang mengimplementasikannya.
"Beberapa
Gubernur menyampaikan, boleh gak kita langsung (mulai) saja. Di Jateng sendiri
menjadi contoh, makanya saya kasih apresiasi. Saat ini sudah ada 11 provinsi
yang ada Desa Antikorupsi," tandasnya.


0 comments:
Posting Komentar