JOKOWI TEGASKAN KEPADA INDUSTRI KEUANGAN UNTUK
JAGA PERTUMBUHAN EKONOMI DI 2023
Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022-2027, perwakilan industri
perbankan, perwakilan industri pasar modal, dan perwakilan industri keuangan
non-bank (IKNB) memenuhi undangan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka,
Jakarta, pada Senin (16/1).
Ketua Dewan
Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan, dalam pertemuan tersebut pihaknya
menyampaikan persiapan pertemuan tahunan industri jasa keuangan yang akan
dilaksanakan pada awal Februari 2023. Di samping itu, pertemuan juga berisi
dialog terkait perkembangan terakhir dari sektor jasa keuangan maupun industri
yang berada di dalamnya.
"Pada
kesempatan itu pula kami dan para pimpinan asosiasi industri jasa keuangan
menyampaikan bagaimana rencana, prospek, dan tantangan ke depan yang perlu
diantisipasi, dimitigasi, dan ditangani dengan sebaik-baiknya," kata
Mahendra di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/1).
Selain itu,
OJK juga melaporkan kesiapan industri jasa keuangan dalam menghadapi Pemilu
pada 2024 mendatang. Hal ini untuk memastikan tren pemulihan ekonomi tetap
dijaga.
"Tentu
kita menyambut masa persiapan masuk ke dalam pemilihan umum dan pemilihan
presiden, kinerja dan kondisi serta pertumbuhan dari sektor jasa keuangan dalam
mendukung dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga baik,"
imbuh Mahendra.
Menurut
Mahendra, Presiden Jokowi memberikan arahan yang sangat jelas, utamanya agar
seluruh pemangku kepentingan di sektor keuangan terus menjaga momentum
penguatan pertumbuhan ekonomi dari tahun 2022 ke depan. Dengan berbagai
pengalaman dalam menyelesaikan tantangan-tantangan yang berat selama pandemi,
lanjut Presiden, maka tidak ada alasan untuk tidak optimistis menghadapi tahun
2023 ini.
"Kami
dalam hal ini regulator di sektor jasa keuangan, maupun bersinergi dengan
kementerian/lembaga terkait, termasuk seluruh pemangku kepentingan, pelaku
usaha, investor, industri jasa keuangan, yang akan menentukan pada gilirannya
nanti bahwa tahun 2023 ini pun akan setidaknya sama baiknya, kalaupun tidak
lebih baik lagi dari tahun 2022," ungkapnya.
Dalam
kesempatan yang sama, Ketua Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) Sunarso
yang mewakili industri perbankan menyampaikan bahwa pihaknya akan mendukung
langkah pemerintah dalam hal hilirisasi industri. Menurut Presiden, hilirisasi
industri yang berbasis ekstraksi sumber daya alam tidak bisa berhenti dan harus
terus dilanjutkan.
"Hilirisasi
itu bagian dari point of no return. Tadi ditegaskan lagi oleh Bapak Presiden
bahwa hilirisasi ini tidak bisa berhenti, tidak bisa kembali, maka industri
perbankan commited untuk mendukung proses hilirisasi dalam rangka agar seluruh
rangkaian nilai tambahnya dari proses itu dinikmati oleh masyarakat
Indonesia," ujar Sunarso.
Sementara
itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman, yang mewakili industri
pasar modal menyampaikan kinerja positif Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI
ditutup kondusif dengan Indeks Harga Saham Gabungan tumbuh 4 persen pada akhir
2022, rata-rata harian perdagangan mencapai Rp15 triliun, jumlah investor
tumbuh mencapai lebih dari 10,3 juta investor, serta emiten yang tumbuh menjadi
833 perusahaan.
"Kami
laporkan juga terkait dengan Undang-Undang P2SK (Pengembangan dan Penguatan
Sektor Keuangan) terkait Bursa Efek Indonesia, terkait dengan perdagangan
karbon. Kami mengapresiasi P2SK sebagai bentuk pendalaman pasar kita ke
depannya dan juga perluasan dari perdagangan Bursa Efek Indonesia, tidak hanya
bursa saham tapi juga bursa karbon," ungkap Iman.


0 comments:
Posting Komentar