SILAHTURAHMI DENGAN SANTRI, GANJAR AJAK SANTRI
JAGA INTERAKSI DAN SALING BANTU
Sempat
membatasi interaksi langsung dengan warga karena pandemi Covid-19, Gubernur
Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kini kembali turun ke masyarakat. Terlebih, dengan
kebijakan Presiden RI Joko Widodo, yang mencabut pemberlakuan pembatasan
kegiatan masyarakat (PPKM).
Salah
satunya, berkunjung ke Pondok Pesantren Salaf Baitul Muqoddas, Kranji,
Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Minggu (14/1/2023).
Ganjar
menerangkan, silaturahmi dan berinteraksi dengan masyarakat maupun kelompok
masyarakat sangatlah penting. Menurutnya, interaksi dengan masyarakat
membuatnya bisa mendengar dan menggali persoalan di bawah, sekaligus duduk
bersama untuk menemukan solusinya. Dia juga membagikan pengetahuan dan
semangat.
“Mumpung
PPKM sudah dibuka, kembali lagi silaturahmi. Hari ini karena PPKM sudah
dicabut, maka kita jalan lagi,” katanya.
Ganjar
mengatakan, pengasuh Pondok Pesantren Salaf Baitul Muqoddas, KH Tajuddin Shorih
merupakan sahabat lama. Interaksi dan silaturahmi keduanya juga intens hingga
pandemi Covid-19 lalu membatasi pertemuan tatap muka.
“Saya sudah
lama, tiga tahun lalu, mau ke sini karena Kiai Tajuddin ini teman dan sahabat.
Kita memang sangat intens berkomunikasi, juga dengan tim saya dan sebagainya.
Makanya sudah tiga tahun ditunda, sekarang saya berkunjung ke sini,” ujarnya.
Pada silaturahmi
kali ini, selain berbincang banyak hal dengan KH Tajuddin Shorih, Ganjar juga
menyempatkan untuk menyapa para santri dan santriwati Pondok Pesantren Salaf
Baitul Muqoddas. Para santri pun menyambut hangat kedatangan Ganjar.
Mereka
terdengar memanggil dan mengelu-elukan nama Ganjar. tu. Suasana cair diselimuti
gelak tawa para santri dan pengasuh pondok pesantren terjadi, saat Ganjar
berinteraksi dengan santri. Kesempatan itu digunakan Ganjar untuk memberikan
beberapa pesan kepada para santri.
“Santri
harus punya cita-cita tinggi. Mengajinya yang serius dan fokus. Jangan lupa
juga minta doa restu dari orangtua. Lalu ingat untuk menjaga silaturahmi dan
interaksi, baik dengan sesama santri, orang tua, maupun Pak Kiai dan Bu Nyai.
Juga harus saling bantu,” pesannya saat menyapa para santri.
Ganjar
menambahkan, banyaknya santri yang mondok di Pondok Pesantren Salaf Baitul
Muqoddas, membuktikan banyaknya harapan para wali santri, agar anak-anaknya
menjadi anak soleh dan solehah. Diharapkan para santri dapat mengembangkan ilmu
pengetahuan keagamaannya dengan sangat baik, begitu juga dengan pengembangan
life skill, karena di pondok pesantren juga diajarkan life skill.
“Juga perlu
adaptasi atau melihat kondisi-kondisi luar yang sedang berubah, sehingga ketika
nanti lulus dari sini, mereka sangat paham akan situasi. Tentu saja silaturahmi
di antara wali santri dengan para kiai, para pengasuhnya itu menjadi penting,
untuk menyiapkan anak-anak dan mengawal mereka, agar tidak tergoda pada hal-hal
yang tidak menguntungkan mereka di masa depan,” tandas Ganjar.


0 comments:
Posting Komentar