3. KOALISI PERUBAHAN, BERUBAH JADI BINGUNG
5 BULAN MENGUSUNG ANIES, MAHAR MASIH BELUM
COCOK?
Juru Bicara
Anies Baswedan yakni Hendri Satrio menolak asumsi yang menyebut belum adanya
deklarasi bersama lantaran ketiga parpol yang melakukan penjajakan Koalisi
Perubahan belum bersepakat mengenai mahar politik.
"Enggak
(terkait mahar). Memang proses demokrasi biasa saja karena butuh penyesuaian
dengan aturan-aturan partai," kata dia.
Secara
implisit, Hendri mengakui hanya Nasdem dan PKS yang secara internal telah
memastikan Anies sebagai capres pada 2024.
Sementara
Demokrat posisinya baru sebatas mengumumkan kendati elitenya menegaskan sudah
melalui aturan internal (keputusan majelis tinggi partai) mendeklarasikan Anies
Baswedan.
Sosok yang
akrab disapa Hendsat menepis Koalisi Perubahan hanya nampak solid di bawah
namun rentan pada tingkat elitenya.
Alasannya
tim kecil yang masing-masing beranggotakan dua perwakilan Nasdem, Demokrat, PKS
dan Anies intens berkomunikasi dan menyiapkan peta jalan memuluskan pencapresan
Anies Baswedan.
Kendati
menegaskan sudah resmi mendeklarasikan Anies sebagai capres, Demokrat menuntut
agar ketiga elite parpol meneken nota kesepahaman dulu sebelum deklarasi
bersama. Sementara Nasdem mendorong Demokrat mendeklarasikan Anies secara resmi
dalam forum partai.
PKS juga
mengehendaki deklarasi bersama koalisi bisa terlaksana untuk memastikan ketiga
parpol berkoalisi dan mengamankan tiket ambang batas pencalonan presiden.
Anies tak
menampik pula pentingnya deklarasi bersama ini supaya masyarakat bisa turut
mengawal agenda pencapresan.
"Sehingga
masyarakat bisa membantu mengawal hingga proses pendaftaran dan pemilihan
presiden pada 14 Februari 2024 mendatang," kata Hensat.
Secara
terpisah, pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, meyakini Anies
Baswedan bakal menjadi capres dari Koalisi Perubahan karena sejatinya ketiga
parpol saling membutuhkan.
Adapun
langkah Demokrat yang terkesan belum resmi deklarasi merupakan bentuk
kehati-hatian saja.
Denny
meyakini langkah hati-hati tersebut merupakan strategi Demokrat untuk
memuluskan sang ketum, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres. Namun
Hendsat menepis anggapan ini.
"Kan Demokrat
sendiri sudah bilang urusan cawapres diserahkan kepada Mas Anies,"
tuturnya.
.jpg)

0 comments:
Posting Komentar