JOKOWI MINTA BUMN PERBANKAN TINGKATKAN DIVIDEN
SEBESAR RP 24,8 TRILIUN
Presiden
Joko Widodo (Jokowi) manargetkan BUMN Perbankan atau Himpunan Bank Negara
(Himbara) menyetorkan dividen Rp 24,8 triliun di tahun 2023, atau naik 26,2
persen dibanding target tahun 2022 sebesar Rp 19,69 triliun.
Hal ini
tertuang dalam Salinan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 130 Tahun 2022,
Jokowi merinci target laba keseluruhan BUMN sebesar Rp 48,38 triliun, dengan
laba BUMN perbankan ditargetkan Rp 24,8 triliun. Adapun pendapatan dari
kekayaan negara dipisahkan (KND) ditargetkan mencapai Rp 49,1 triliun.
Terkait hal
tersebut Kementerian BUMN melalui Asisten Deputi Bidang Jasa Keuangan
Kementerian BUMN, Muhammad Khoerur Roziqin optimistis perolehan laba Himbara
akan lebih baik dibanding dengan tahun ini.
"Target
laba tahun depan juga kita belum spesifik berapa angkanya. Tapi juga tidak
lebih rendah dari tahun ini," kata Khoerur di Kementerian BUMN, Kamis
(15/12/2022).
Adapun laba
bersih Himbara kuartal III tahun 2022 tumbuh 80,7 persen YoY dari Rp 47,6
triliun menjadi Rp 85,9 triliun. Sementara itu, kontribusi laba bersih Himbara
mencapai 55 persen dari total laba BUMN sebesar Rp 155 triliun.
"Secara
keseluruhan kinerja Himbara untuk kuartal III-2022 tumbuh secara signifikan,
sepanjang sejarah. Ini pertumbuhan tertinggi dari aspek kinerja, dengan,"
ungkap Khoerur.
Meski
optimistis kinerja Himbara bakal bersinar di tahun depan, Khoerur enggan
membocorkan target setoran dividen Himbara di tahun depan. Tapi dia memastikan,
dengan kinerja tahun ini yang tumbuh dari eksternal dan internal, setoran
dividen Himbara tahun depan juga dipastikan akan lebih tinggi dari tahun ini.
"Dividen
Perbankan BUMN untuk tahun 2023 belum bisa kita stitch saat ini. Tapi, tidak
lebih rendah dari tahun ini, kan tahun ini sudah cukup tinggi," ungkpnya.
Adapun,
kontribusi dividen dan pajak Himbara kepada negara mengalami peningkatan
signifikan di kuartal III - 2022.
Pembayaran
pajak dan dividen naik 19,3 persen YoY dari Rp 53,6 triliun pada kuartal III
2021 menjadi Rp 64 triliun di kuartal III 2022.
Rinciannya,
kontribusi dividen Himbara sebesar Rp 24,6 triliun atau 61,8 persen dari total
dividen yang dibayarkan BUMN sebesar Rp 39,7 triliun pada tahun anggaran 2021.
Sementara setoran pajak Himbara kuartal III-2022, Rp 39,4 triliun.
Adapun
runciannya setoran pajak, untuk Bank BRI senilai Rp 16,1 triliun, Bank Mandiri
Rp 15,1 triliun, BNI Rp 5,7 triliun, dan Bank BTN Rp 2,3 triliun.
Sementara
rincian setoran dividen untuk bank Himbara, adalah Rp 14 triliun dari Bank BRI,
Rp 8,7 triliun dari Bank Mandiri, Rp 1,6 triliun dari BNI, dan dari Bank BTN Rp
143 triliun.


0 comments:
Posting Komentar